Photobucket
English French German Spain Italian Dutch Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified
Tampilkan postingan dengan label Sebuah Pengakuan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sebuah Pengakuan. Tampilkan semua postingan

Puisi Malam

Berbaris semut di antara dinding
berkata sang angin menghembuskan tanya ?
ada apa wahai dunia ?
nyanyian nan indah merayap dinding yang rapuh
sang semut bertanya,adakah malam nanti sama

kelemahan yang tertatih adalah proses pendewasaan
keheningan malam adalah puisi jeritan kehidupan
dalam diam kubermain dengan bait-bait tinta
mengayun merobek sang malam bersama semut yang bermain mesra

dalam  kebisuan riuh pikuk menerangi jalanan kota
dengan cahaya kemilau harta para durjana
bermain wanita tanpa takut dosa apalagi tuhan ?

Ada apa ini semua...
malam menjadi malam sepi bernyanyi dengan getir
saat saudaraku tergusur di atas tanahnya yang sah
terpaksa memakan sisa nasi basi sisa kemarin

ini negeri dengan nyanyian kepedihan
bertalu rindu dengan saudaraku yang dipancung
dipancung nyawa dan hak sebagai manusia yang merdeka
kau pemimpin yang di kuasai sistem yang kau mengerti
arti sebuah kemerdekaan dalam sejarah nasional
dari darah para pejuang yang mati sia-sia.

Musim Gugur

retak menepi di pinggir laut
senyum di sapu buih di dinginya malam
menebar kabar keseluruh pelosok arah angin
tentang duka dan luka yang masih melengkung dilembah senja
mengepung hati yang sudah basah dengan air mata

tak ada yang tersisa dari desir-desir angin
ditikam perihnya belati tentara-tentara cinta
menunggu tanpa kata hingga lelah terus bersama
entah itu adalah jawab sang waktu yg lewat tanpa rasa

pada pekatnya gulita hati ini
pada galau gundah dan nestapa
batu yg terbenam di hatiku
takk mampu ku goreskan namamu
entah menyesali nasib atau bukan
tapi ini sebuah potret kenyataan..

ini musim gugur hatiku
segugur para prajurit cinta
yang mati tanpa asa
dan pergi tanpa kata

Sebuah Pengakuan

betapa agung karunia cinta
melelehkan kerasnya hati
menyemai ladang-ladang ruh nurani
syukur padaMU tuhan

untuk setiap tarikkan nafas yang kau beri
hingga sampai saat ini aku masih bisa
mengeja kalimat namamu dengan benar

damaikan hati ku
dalam dekapan mu ya tuhan
dalam rengkuh kasih sayangmu
dalam diam amarahmu
dan dalam kepenatanmu melihat tingkah pola ku

segala dan selamanya
hanya untukmu aku sembahkan yang ku punya
aku mengucap syukur tak terhingga
dalam dzikir tarikan nafasku mengingatmu

Mata Langit

"sebuah untaian mengalir tulus tanpa harap balasan"

"serangkai cerita memberi warna"

"selembut belaian sang ibunda"

"setenang hamparan samudera"

"dan sedamai pemakaman"



"tawa,tangis,suka,duka,curiga,ego,emosi
,mengutuk,pasrah,tulus,sedih dan luka"

terangkai sebungkus cerita hidup manusia
dari lahir smpai mati mereka mencari.
itulah arti cinta sejati.



seperti tuhan yang tersenyum
melihat indahnya ragam hasil karyanya.

bukan bangga tapi sebuah cinta
yang bisa hidupkan alam semesta.

DON'T

jangan memaksa jika tak bisa

jangan menggangu jika tak sanggup

jangan mencoba jika takut

jangan bersedih bila sakit

jangan dan cukup berhenti sampai disini.

hati tidak mudah untuk dimainkan.

dan bukan untuk dimainkan.

cukup........the end....

PEDIH

bagaimana aku
tak ku temukan semua yang melintang
bagai sayap-sayap patah sang khlil
bermata hujan jauh menusuk relung hatiku

andaikan semua ini selesai
aku akan selalu bersama nya
bersama menari-nari di kegelapan
dan meraung bagai kerasukan

tolonglah aku
berhentilah dalam jalan yang melelahkan
tanpa Arah dan tujuan dan arti sebuah kehidupan
aku akan terus berjalan hadapi
semua labirin yang membuat aku seperti
kehilangan arah di dunia ini