Photobucket
English French German Spain Italian Dutch Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified
Tampilkan postingan dengan label SANG PEMBERONTAK. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label SANG PEMBERONTAK. Tampilkan semua postingan

SANG MAHA CINTA

kupetik tangkai kehidupan
saat dirimu menciptakan
aku terlahir tanpa selembar agama
apalagi sebuah pencerahan

mungkin benar aku tercipta
sebagai buih di atap dunia
wahai cinta demi namamu
aku ikhlas berjalan di tengah padatnya manusia

agamaku adalah keyakinan
ibadahku adalah nyanyian cinta
iman ku adalah pikiran ku
kiblatku adalah arah tutur langkah pendahulu ku

aku bukan islam,yahudi,nasrani,majusi atau apalah
aku adalah dirimu dan dirimu adalah tunggal
caraku cara iblis
dan jalanku jalannya malaikat
yang selalu memainkan dawai_dawai kehidupan

aku takkan tersesat dan takkan menyesatkan
karena agamaku agama kehidupan
bagai para nabi yg maha mulia
bermain dengan kitab_kitabnya

aku akan slalu abadi
tapi tidak jasad busuk ini
aku akan menari dan berdendang
di depanmu wahai sang maha cinta
aku mencintaimu
mungkin diluar batas para manusia
tapi inilah aku khalifah
bagi diriku sendiri

Di Ufuk Timur

cintaku ini cinta sepotong roti
yang kan memberikan mu tenaga
di setiap hembusan nafas hidupmu

cintaku ini cinta sebatang lilin
yang kan memeliharamu di dinginnya hati
dan menerangimu di dalam pekatnya nafsumu

cintaku ini cinta illahi
yang mengajarkanmu dari kebodohan
dan membawamu dalam keabadian hakiki

cintaku ini cinta seorang ibu
yang kan menemanimu dalam kerasnya duniawi
dan merawatmu dari  kelelahan hari demi hari

cintaku ini cinta alam semesta
yang memberimu sebuah pengabdian
dari liarnya sikap dan angkuhnya jiwamu 


percayalah kepadaku
dan yakinlah kepada sang maha cinta
bahwa sesungguhnya akulah mataharimu
di Ufuk timur hatinya jiwamu

SANG PEMBERONTAK

lamunan sang pemberontak
terhanyut dalam sungai_sungai kelelahan
tertumpah tangis dalamrelung hati
mengeram kebencian yang teramat sangat

terik mentari membakar otak
yang memang sudah kusut akan hari
menyaksikan sebuah kemunafikan
yang tumbuh subur bak jamur di musim semi

di genggamnya senjata dari hati yg terluka
seakan maut berteman dengan keabadian
melangkah ragu namun pasti
telusuri setiap lorong_lorong yg teramat sepi

hari ini kelak aku berontak
kata itulah yg ada di otak sang pemberontak
bagai doktrin para pembesar kebohongan
melangkah dan terus saja melangkah

sesampai di lorong gelap
syetan_syetan menari dalam benaknya
trus melangkah walau hasilnya tetap sama
kalah atau bahkan mati
didalam bayang_bayang kesepian yg teramat sunyi

Kunang_Kunang Malam

seperti bintang dilangit
kau lari kesana kemari
kudekati kau menjauh
ku tangkap kau menghindar

sang kunang_kunang malam
menarilah mencari nafkah
berilah pijarmu pada kedua anakmu
agar kelak mereka menjadi mentari

aku bukan tuhan
dan aku bukan malaikat
aku takkan menyakitimu
dengan menghakimi mu sebagai mahluk malam

aku duduk disini
bukan sebagai kahlil ghibran yang meratap
dan bukan pula sebagai chairil yang meradang
tapi aku sedang melihat indahnya kegelapan
yang menyelimuti cahaya dibalik sorot matamu

kemarilah_duduk disampingku
wahai kau kunang_kunang
mari kita bercerita pada dunia
betapa sombongnya kenyataan
yang harus terisi penuh dengan kelaparan

coretanku coretan ceritamu
kisahku kisah hidup para syuhada
yang berjalan dalam remangnya kejahatan manusia
tapi
tak apalah besok aku dan mereka akan dijemput juga
oleh dia algojo maut yang slalu menatapku kecut.

berjanjilah kunang_kunang
katakalah jika aku t'lah tiada pada mereka
bahwa aku bukan manusia
tapi aku selembar ikatan dunia
yang tergores penuh luka
tapi kuat bagai jagad raya

Sepenggal kata terakhir

mulutku terkunci saat kau menangis
darahku bergejolak saat kau marah
pikiranku terbang sejauh burung alang_alang
apa yg terjadi ?

kau diam tak membisu
kau pandangi dinginya kulitku
kau raba setiap tetesan air mataku
kau diam dalam heningnya kesedihan

yang ku lihat tak kau lihat
yang ku genggam tak kau genggam
yang cium tak kau rasakan

heii..heii.. aku menjerit keras
lihat aku berhentilah menangis kasih
air matamu telah kering sekering sahara
tatap aku sayang,lihat aku disini

kau masih terus asik dengan tangismu
seolah air mata adalah takdirmu
aku duduk dan terdiam

suara_suara bersayap mendekatiku
mengajakku terbang kenegeri yang jauh
tidak,aku jawab...,..
jangan bawa aku pergi
biarkan aku terdiam dalam peluknya

waktu adalah takdir
telah tergores untukmu wahai jiwa yang tenang
suara itu membimbing aku kearah tuan nya

baiklah,...
biarlah aku sedikit tersenyum kecut
untuk mencium dia
jagalah dia dalam malam mimpi_mimpinya
dan dari kejahatan yang datang di kala malam
wahai mahluk yang bersayap indah