Photobucket
English French German Spain Italian Dutch Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified

THE DEFEAT OF GERMANY

Akibat dari Perang Dunia I, perekonomian Jerman mendekati kehancuran. Produksi pangan dan industri turun drastis. Hasil pertanian Jerman hanya sanggup memenuhi setengah kapasitas sebelum perang. Upah buruh di Jerman telah direduksi menjadi setengah hingga 2/3 dibanding sebelum perang. Orang-orang yang bekerja umumnya menderita atau mati karena kemiskinan.

Perang DUnia I menyebabkan Jerman mengalami penderitaan hebat. Pascaperang, kemiskinan merupakan pemandangan yang wajar, para penyandang cacat hanya dapat bertahan hidup dari para dermawan.

Pasca perang merupakan masa dengan tingkat kemiskinan tertinggi. Bahkan, masyarakat Berlin harus berebut daging kuda untuk memberi makan keluarganya.

Perang Dunia I berlangsung selama empat tahun, dengan kekalahan dari pihak Jerman-Austria. Tampak pada gambar, tentara Jerman pulang dari Belgia setelah kalah dalam Perang Dunia I.


Pada 10 Desember 1918, bersamaan dengan parade kemenangan atas perang Franco-Prussian pada 1871, tentara German yang kalah mundur memasuki kota Berlin dengan melewati gerbang Brandenburg.

Kekalahan Jerman pada Perang Dunia I ditentukan pada paruh kedua 1918. Kekalahan militer Jerman memperburuk situasi politik dan krisis ekonomi. Pada tanggal 3 November, August Seamen di Port Kiel menolak untuk melaksanakan perintah untuk perang melawan militer Amerika Serikat. Mereka mengadakan pemberontakan bersenjata. Mereka menguasai titik-titik strategis dengan cepat untuk mengontrol seluruh kota dan mendirikan Serikat Pekerja Nasional. Tanggal ini dikenang dengan sebutan Revolusi Jerman [November Revolution].

 
Serikat Pekerja Nasional memprakarsai mogok kerja di Potsdamer Platz pada Juli 1919.

Pada 3 November 1919, 80.000 pelaut memberontak untuk membentuk Serikat Pekerja Nasional. Pada 9 November, prajurit melambaikan bendera merah mereka untuk bergabung dengan Revolusi Jerman di Berlin.

Para pemberontak berbaris menuju Istana Raja Jerman Frederick William Victor Albert Of Prussia.


Kaisar Jerman Frederick William Victor Albert yang tergulingkan pasca Perang Dunia I melarikan diri ke Belanda dan tidak pernah kembali ke negara asalnya.

Pada tanggal 9 November pekerja Berlin dan tentara mengadakan pemogokan umum dan pemberontakan bersenjata. Revolusi ini akhirnya menggulingkan diktator Resilien House of Hohenzollern. Kaisar Jerman Frederick William Victor Albert Of Prusia harus melarikan diri ke Belanda.

Pada 9 November para pekerja Berlin melakukan demonstrasi dan pemimpin Spartacist memberikan pidato agar rakyat Jerman berjuang untuk membentuk negara republik sosial.

Pemimpin pemberontak Friedrich Ebert dan Philipp Scheidemann mengembalikan kekuasaan militer. Pada 6 Januari, 200.000 pekerja melakukan demonstrasi atas kebijakan Presiden Friedrich Ebert.

Januari 1919, terjadi kontak senjata antara Liga Spartacist dengan prajurit pemerintah. 

Pemimpin Liga Spartakus Karl Liebknecht memberikan pidatonya kepada para pekerja dan para prajurit di balkon balkon Istana Kekaisaran. Ia memperjuangkan untuk membentuk Jerman baru dengan format republik-sosialis. Namun, keberhasilan itu diboikot oleh Partai sayap kanan Sosial Demokrat. Pada hari yang sama dengan pemberontakan di Berlin, mereka segera bersatu dengan pihak-pihak netral untuk membentuk pemerintah. Mereka menghilangkan sayap kiri Liga Spartakus dari pemerintah dengan memproklamirkan mendirikan sebuah Republik Sosialis Merdeka. Pada 11 November, pemerintahan Presiden Friedrich Ebert dan sekutu menandatangani perjanjian gencatan senjata. Perang Dunia I secara resmi berakhir.

Prajurit pemerintah berjaga-jaga di Istana Kerajaan untuk menghalau pemberontak.

Pemimpin Liga Spartacist dan salah satu pemimpin partai komunis Jerman ditahan dan dibunuh oleh pemerintah Jerman dibawah Presiden Friedrich Ebert.

11 Januari 1919, atas perintah Menteri Pertahanan dan pimpinan sayap kanan partai sosial demokrat Gustav Noske, para pemberontak ditangkap dan dibantai secara massal.
Pemerintah Presiden Friedrich Ebert mulai melucuti para pekerja dan menekan revolusi. Pada 4 Januari tahun berikutnya pemerintah mengumumkan untuk mengakhiri tugas seorang Inspektur Jenderal yang partai sayap kiri Sosial Demokrat. Pengumuman ini membangkitkan amarah pekerja. Pada tanggal 6 Januari, 200.000 buruh di Berlin melakukan mogok kerja. Mereka juga melakukan pemberontakan bersenjata. Pada tanggal 11 Januari, Menteri Pertahanan Jerman Gustav Noske mengarahkan angkatan bersenjata kontra-revolusioner untuk melawan para pekerja di Berlin. Pada tanggal 15 Januari, pemimpin revolusioner kaum proletar Jerman Karl Liebknecht dan Rosa Luxemburg tewas.

Prajurit pemerintah memasuki kota Munich.

Prajurit pemerintah menangkap semua pengikut partai komunis dan semua organisasi yang berhubungan dengan Republik Soviet Bavaria.

Pemerintah mengadakan Konstitusi Weimar pertama untuk Pemilihan Majelis Nasional pada tanggal 19 Januari setelah menguasai Berlin. 

Konstitusi Weimar disepakati dan dengan demikian Republik Federal Jerman resmi berdiri.

11 Februari 1919, kongres parlemen memilih Friedrich Ebert sebagai Presiden Jerman dan Phillip Scheidermann sebagai Perdana Menteri Jerman.

Pemberontakan berhasil diredam. Setelah menekan upaya-upaya revolusi, Presiden Friedrich Ebert mengadakan konferensi konstitusionalisme di Weimar pada bulan Februari. Melalui Konstitusi Reich Jerman (Weimar Constitution), Presiden mengumumkan pembentukan Republik Federal Jerman. Friedrich Ebert diangkat sebagai Presiden dan Philipp Scheidemann diangkat sebagai Kanselir. Pada tanggal 13 April, pekerja Munich memulai lagi pemberontakan di bawah kepemimpinan komunis setelah pemberontakan Januari di Paris dikalahkan. Mereka telah mendirikan Republik Soviet Bavaria (Munich Soviet Republic) dengan Eugen Levine sebagai kepala pemerintahan. Tapi pada tanggal 1 Mei pasukan kontra-revolusioner menyerbu ke Munich. Mereka berhasil menghentikan Republik Soviet Bavaria. Revolusi November Jerman benar-benar dikalahkan.

BOOTY ALLOCATION OF VERSAILLES

Sekutu mulai mengatur konferensi kesepakatan damai segera setelah Perang Dunia I berakhir. Konferensi ini bertujuan untuk melaksanakan alokasi hasil rampasan perang untuk tujuan pendirian nilai-nilai imperialisme pasca perang.

   
 
Empat anggota dewan di Peace Conference Paris (dari kiri atas) : Presiden Woodrow Wilson (Amerika Serikat), Perdana Menteri Lloyd George (Inggris), Perdana Menteri Vittorio Emanuele Orlando (Italia), dan Perdana Menteri Georges Clemenceau (Perancis).

Konferensi Perdamaian (Peace Conference) Perancis-duduk didepan Perdana Menteri Perancis Georges Clemenceau.
Peace Conference diadakan di Paris pada tanggal 18 Januari 1919 dan melibatkan lebih dari 1.000 diplomat dari 32 negara. Bahkan konferensi tersebut benar-benar dioperasikan di bawah kontrol negara-negara besar seperti Perancis, Inggris dan Amerika Serikat. Negara-negara kalah perang tidak diizinkan untuk menghadiri konferensi. Uni Soviet  juga tidak diperbolehkan menghadiri konferensi.

Keadaan saat penandatanganan Perjanjian Damai Versailles (Versailles Peace Treaty).

Konferensi ini berlangsung selama lima bulan. Semua negara-negara imperialis memiliki motif-motif mereka sendiri. Amerika Serikat menjadi negara terkaya pasca perang, karena impor modal sebelum perang untuk modal ekspor negara sesudah perang, dan dari debitur bangsa sebelum perang ke kreditur bangsa pasca perang. Hal ini berarti Amerika memiliki simpanan lebih dari 40% dari cadangan emas dunia. Amerika Serikat berusaha memperjuangkan supremasi dunia di bawah slogan dari potensi ekonomi, perdagangan bebas dan kebijakan Pintu Terbuka [Open Door].

Konferensi Persatuan Bangsa-bangsa di Istana Jenewa. 

Ekonomi Perancis sangat menurun setelah perang, namun kekuatan militernya masih paling kuat di Eropa. Hal ini bertujuan untuk melemahkan Jerman dan mendirikan hegemoni sendiri di Eropa. Inggris menderita kerugian besar dalam perang. Di satu sisi Inggris harus bekerja keras untuk mempertahankan kedaulatan koloninya, di sisi lain harus memainkan strategi keseimbangan Eropa untuk mempertahankan resistensi antara Jerman dan Prancis.

 
Salinan Perjanjian Perdamaian Versailles dibawa masuk kedalam ruang konferensi.
Argumen berbagai negara timbul setelah Amerika Serikat mengusulkan pembentukan Liga Bangsa-Bangsa di Konferensi Paris. Rumusan Liga Bangsa-Bangsa akhirnya diadopsi pada tanggal 28 April 1919. Pada bulan Januari 1920, Liga Bangsa-Bangsa dibentuk dengan partisipasi 44 negara, termasuk Inggris, Perancis, Italia, Jepang, Cina dan sebagainya.

Para delegasi berfoto sebelum meninggalkan ruang konferensi.

Para delegasi mendengarkan dengan khidmat saat Perdana Menteri Perancis Georges Clemenceau menjelaskan dengan penuh konsentrasi konsep Perjanjian Perdamaian Versailles (Versailles Peace Treaty).
 Versailles Peace Treaty ditandatangani di Paris pada tanggal 28 Juni 1919. Perjanjian ini memberi sanksi berat terhadap Jerman. Perjanjian damai ditetapkan bahwa semua koloni Jerman harus berbagi dengan negara-negara imperialis utama dalam bentuk mandatory rule. Perjanjian ini juga membagi perbatasan Jerman, menyebabkan Jerman kehilangan daerah penting industrinya 1/8 dari wilayahnya dan 1/10 penduduknya. Perjanjian itu juga pembatasi persenjataan Jerman : membubarkan General Staff Department, menghapuskan Military Service System, Angkatan Darat tidak bisa melebihi 100.000 orang, Angkatan Laut tidak bisa melebihi 15.000 orang, tidak boleh memiliki kapal laut dan kapal selam, tidak dapat membangun angkatan udara dan pesawat, tank, senjata artileri berat dan sebagainya. Selain itu, Jerman masih harus membayar jumlah besar ganti rugi pasca perang.

Prajurit Amerika Serikat berbaris untuk kembali ke tanah air mereka.
Pada bulan Juni 1919, ribuan warga Jerman berkumpul di bawah Berlin Victory Column menentang Perjanjian Versailles. Presiden Amerika Wilson menyatakan bahwa "Pencaplokan wilayah, kompensasi dan denda tidak akan termasuk dalam perjanjian damai", Tapi di Konferensi Paris, ia benar-benar mengangkat tangan untuk menyetujui setiap proposal yang diajukan. Ketidakjujuran dari Amerika dan sekutunya telah membangkitkan kemarahan rakyat Jerman.

Perdana Menteri Jerman Phillip Scheidermann berpidato dihadapan parlemen saat menyerahan surat pengunduran dirinya.

Rakyat Jerman mengadakan pertemuan untuk menentang keinginan Pemerintah Jerman tentang isyu Aersasi dan Lorraine kedalam Perancis.

Karikatur ini dikeluarkan oleh salah satu majalah Jerman pada 1921. Binatang berkepala lima melambangkan Inggris Raya, Perancis, Amerika Serikat, Italia dan Jepang yang sedang menindas Jerman.
Perjanjian Versailles diindikasikan oleh Jerman sebagai dalih negara imperialis untuk mendapatkan hasil rampasan dari Perang Dunia I. Dan hal itu benar-benar menanamkan benih kebencian baru akibat perang bagi rakyat Jerman. Ribuan rakyat Jerman berkumpul untuk mengutuk aksi negara-negara sekutu tersebut. Majelis Nasional Jerman juga menyerukan bahwa pemerintah tidak dapat menerima perjanjian ini benar-benar. Rampasan perang itu tidak dialokasikan merata antara bangsa-bangsa menang dengan bangsa yang kalah.

Para pelajar Berlin melakukan demonstrasi menentang kebijakan pemerintah Jerman untuk menerima kesepakatan damai.

 
Pada Juni 1919, ribuan rakyat Jerman berkumpul di Berlin Victory Column untuk menentang Perjanjian Perdamaian dalam Versailles Peace Treaty.

Pada 12 November 1921, sembilan negara menghadiri Washington Naval Conference, termasuk Amerika Serikat, Jepang, Perancis, Italia dan China .

Setelah penandatanganan Versailles Peace Treaty, pertentangan juga mulai terjadi antara bangsa-bangsa imperialis, khususnya di antara Amerika Serikat dan Jepang. Dalam rangka membangun suatu tatanan baru untuk Timur Jauh pascaperang dan Samudra Pasifik, pada tanggal 12 November 1921, wakil-wakil dari sembilan negara termasuk Amerika Serikat, Jepang, Perancis, Italia dan Cina yang berkumpul untuk Konferensi Angkatan Laut Washington [Washington Naval Conference]. Setelah tiga bulan lama, Amerika Serikat, Inggris, Jepang, Perancis dan Italia menandatangani "Washington Naval Treaty". Perjanjian itu ditetapkan bahwa proporsi dari tonase kapal modal akan berbeda-beda. Selain itu, ditetapkan suatu perjanjian yang menegaskan kedaulatan dan integritas Cina sebagai penganut kebijakan Open Door.

GERMANS REPARATIONS DEBATE

Setelah penandatanganan Versailles Peace Treaty, komite pemulihan Eropa dibentuk oleh perwakilan dari empat negara, termasuk Inggris, Perancis, Italia dan Jerman. Negara Prancis ditunjuk sebagai sebagai ketua. Pada tahun 1921, komite ini menentukan bahwa Jerman harus membayar sejumlah kerugian pasca perang hingga 1922, Jerman diminta untuk menangguhkan dan mengurangi reparasi setelah menyelesaikan krisis keuangan dan ekonomi dalam negeri.

Pada 1921, dibentuk komite untuk mengganti rugi kehancuran finansial dan ekonomi yang dialami oleh Jerman akibat  Perang Dunia I.

Prajurit Perancis bertanya kepada pejalan kaki yang sedang melintas.

Para pegawai kereta api Jerman mengikuti saran dari pemerintah untuk mengungsi dari wilayah yang diduduki saat Perang Dunia I.

Pada tanggal 11 Januari 1923, Perancis dan Belgia mengirimkan 100.000 tentara untuk menduduki kawasan industri di Jerman, Ruhr. Hal ini dikarenakan Jerman tidak bisa memenuhi kewajibannya membayar kerugian pasca perang. Ruhr adalah jantung industri di Jerman. Produksi industri Jerman menjadi berat saat Ruhr diduduki. Perekonomian runtuh, nilai mata uang Mark jatuh, inflasi mencapai ratusan persen, dan jumlah orang miskin bertambah drastis. Inggris dan Amerika Serikat akhirnya menentang tindakan Perancis. Jerman mengadopsi kebijakan perlawanan pasif di bawah dukungan Inggris dan Amerika Serikat. Pemerintah Jerman menyatakan bahwa mereka tidak bisa lagi memenuhi tanggung jawab dari Perjanjian Versailles. Jerman menghentikan semua kegiatan industri, dan juga memanggil pejabat wilayah Ruhr untuk mengabaikan semua permintaan dari tentara pendudukan Perancis dan Belgia.
Mark (mata uang Jerman) menjadi seperti kertas, sehingga para ibu rumah tangga masih bisa membakar uang hanya untuk menyalakan kompor dan menyiapkan makanan.


Rakyat Jerman berdemonstrasi untuk memprotes pendudukan kota Ruhr oleh Perancis dan Belgia.

 
Kota Ruhr merupakan pusat Industri di Jerman. Ekonomi Jerman hancur setelah kota Ruhr diambil alih, Rakyat Jerman menggunakan tas dan koper untuk mengambil uang di sebuah bank di Berlin. 

Prancis tidak mendapatkan keuntungan setelah menduduki Ruhr. Pendudukan tersebut malah menyebabkan ekonomi mereka menghadapi kerugian besar. Inggris dan Amerika Serikat mengambil kesempatan untuk meraih kendali masalah reparasi Jerman ke tangan mereka. Pada bulan Agustus tahun 1924, London International Conference melalui bankir dan politikus Amerika Charles Gates Dawes, merumuskan Dawes Plan for World War I Reparations. Rencana tersebut menentukan jumlah ganti rugi juga diberikan kepada Jerman dan untuk mendapatkan pinjaman luar negeri untuk stabilisasi sistem moneter mereka. Sejak saat itu, US$ Amerika Serikat dan GB£ Inggris terus masuk ke perusahaan Jerman untuk stimulasi ekonomi.

Prajurit Perancis mundur dari kota Ruhr pada 25 Agustus 1925.

Bankir asal Amerika Serikat Charles Gates Dawes.

Situasi konferensi Perjanjian Locarno di Switzerland.
Pemerintah Jerman harus mengamati kontradiksi antara negara-negara pemenang perang dan kalah perang. Jerman harus bertahan hidup dalam kesenjangan kebijakan tersebut. Dalam rangka mendorong Jerman, negara-negara imperialis dari Kerajaan Inggris dan Amerika Serikat harus menopang perekonomian Jerman dan juga untuk mendukung posisi politik Jerman. Dari 5 Oktober-16 Oktober 1925, tujuh negara terdiri dari Inggris, Perancis, Jerman, Belgia, Italia, Polandia dan Cekoslovakia mengadakan konferensi di Locarno, Swiss. Mereka menandatangani Locarno Treaties di mana kekuatan Sekutu Eropa Barat dan negara-negara baru dari Eropa Timur berusaha mengamankan pasca-perang teritorial, Hal ini sebagai imbalan normalisasi hubungan dengan Jerman setelah kalah perang.

Menteri Luar Negeri Jerman Gustav Stresemann berbincang dengan seorang reporter saat konferensi Locarno.

Kartu pos yang dikirim oleh Menteri Luar Negeri Jerman Gustav Stersemann.

Presiden ke 30 Amerika Serikat John Calvin Coolidge Jr menandatangani Kesepakatan Kellog-Briand.
Bankir Amerika Serikat Owen D. Young mengusulkan rencana reparasi baru pada tahun 1929 dengan nama Young Plan. Rencana ini akan mengurangi nilai reparasi membatalkan pemantauan untuk keuangan dan menetapkan bahwa masalah ini akan ditangani oleh Bank for International Settlements yang dikendalikan oleh Amerika.

Menteri Luar Negeri Jerman memberikan pidato di konferensi Persatuan Bangsa-Bangsa.